kemana bayi ku
kembalikan daku pada bayi ku
temukan pada bayi ku
kemana bayi ku
peluk kembali dalam rengkuhan Mu
dimana hanya daku dan Engkau serta kekasih Mu
kesunyian kan temani ku berjalan melewati malam dan siang Mu
menguning bagai lautan padi nan ranum
membaur dalam tarian sukma
kembali pada cahaya dan memuncak diantara birunya langit jiwa
kembalikan daku pada bayi ku
temukan pada bayi ku lagi
lelap dipangkuan Tuan rumah ku
Hari ini adalah refleksi hari kemarin... Karena bukan berapa lama kita hidup,, tetapi bagaimana kita hidup... Ku Melangkah ketika aq tidak bisa melihat jalan lain lagi...selain Jalan_MU.............. My Life, My Adventure
Rabu, 01 Mei 2013
Selasa, 20 November 2012
Hutan...
Gunung...
hamparan hijau yang menyejukkan hati
terimakasih...
yang telah memberiku pengalaman yang tak ternilai
dalam pencarian jati diri ini
Gunung...
hamparan hijau yang menyejukkan hati
terimakasih...
yang telah memberiku pengalaman yang tak ternilai
dalam pencarian jati diri ini
sehingga begitu membekas dan akan terus terbawa
dalam mengarungi kehidupan ini
menyadarkanku ...
memberiku pelajaran mengenai kehidupan
dengan kearif'an yang Maha Pencipta
kau bukakan matahati-ku
agar menjadi lebih bijaksana
dalam pergaulan hidup ini
dalam mengarungi kehidupan ini
menyadarkanku ...
memberiku pelajaran mengenai kehidupan
dengan kearif'an yang Maha Pencipta
kau bukakan matahati-ku
agar menjadi lebih bijaksana
dalam pergaulan hidup ini
..
ku temukan pesan itu disini - di Wukir Mahendra
Selasa, 09 Oktober 2012
belajar
Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah,
dan tak pernah saya tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yg terakhir,
sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yg sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki...
Setiap langkah yg saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru,
dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini..
dan tak pernah saya tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yg terakhir,
sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yg sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki...
Setiap langkah yg saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru,
dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini..
setiap tapak kakiku ada doa" ku,
seakan menjadi huruf dlm sebuah syair mengiringi perjalanan kehidupan ku,
tuk memperjuangkan CINTA..ku pada_NYA
^_^
Minggu, 07 Oktober 2012
tentang penulis,
Sahabat - sahabat ku semua....
Pada masa kelahiran kita,
Tuhan membekali kita buku hidup yg masih kosong,
dan kita akan mengisinya dg catatan hidup kita masing-masing..
Aku pun mencoba menulis buku hidupku dg huruf yang indah dan rapi, agar indah terbacanya.
Namun jalan yg kulalui kadang sempit dan berliku,
kadang lapang dan datar,
sering pula berkelok dan mendaki,
sehingga tulisan saya kadang tak teratur dan tercoret di sana-sini.
Buku hidupku tak sepenuhnya berisi tulisan yg rapi teman,
karena kadang terjadi hujan angin, hingga tulisanku kusam, buram dan centang perenang,
seperti tulisan anak - anak yg baru belajar menulis.
Tapi, memang begitulah seumur hidupku,
mencoba mengeja kata-kata yg terbaca dan mencoba menuliskannya.
Di usia ku ini, aku masih serupa kanak-kanak anadi,
yg mengejar kupu-kupu waktu yg beterbangan,
bermain - main dg kelinci duniawi,
menangis kencang bila jatuh karena tergelincir masalah atau terantuk batu persoalan... ^_^
Perjalanan ini baru dimulai… baru menapaki satu tangga kehidupannya.
Di hadapanku masih ada ribuan anak tangga untuk dinaiki.
Masih terbentang panjang jalan dg lorong-lorong gelap yg harus kulalui.
Entah berapa banyak teriakan, kemarahan dan mungkin kekecewaan akan menantangku.
Namun yang kutahu pasti ketika harapan dipupuk ia tak kan sia-sia,
apalagi jika Ia yg jadi sumber pengharapan menjadi sandaranku.
Akan ada banyak sukacita.. yg mengisi lorong-lorong gelap itu...
untuk 'menyongsong cahaya'
Kisah hidup ini sebagian telah saya tuliskan dalam buku " lautan kesunyian " ...
InsyaAllah akan terbit tapi entah kapan akan diterbitkan...
dan mungkin saya sendiri uda tidak bisa menjumpai buku itu nanti ketika uda terbit..
karena bisa jadi senja telah menjemputku hingga tak bisa lagi ku llihat indahnya sinar mentari pagi..
buku ini masih dalam pengerjaan dan pengkajian, hehe ;)
Salam hangat dari penulis untuk anda anda semua sahabat dan saudara ku,
teman yg selalu memberikan semangat untukku,
yang selalu mendekapku saat hangat nadiku mulai dingin..
takkan pernah ku lupakan 'hal terindah' itu.. hingga nanti.. sampai nanti..
Luv U aLL :)
tetaplah tersenyum untuk temani langkahmu Sahabat,
jangan biarkan airmata mu menetes lagi..
tersenyumlah..
Salam NingNong NingGung, Jogja 07 - 10 - 2013

Pada masa kelahiran kita,
Tuhan membekali kita buku hidup yg masih kosong,
dan kita akan mengisinya dg catatan hidup kita masing-masing..
Aku pun mencoba menulis buku hidupku dg huruf yang indah dan rapi, agar indah terbacanya.
Namun jalan yg kulalui kadang sempit dan berliku,
kadang lapang dan datar,
sering pula berkelok dan mendaki,
sehingga tulisan saya kadang tak teratur dan tercoret di sana-sini.
Buku hidupku tak sepenuhnya berisi tulisan yg rapi teman,
karena kadang terjadi hujan angin, hingga tulisanku kusam, buram dan centang perenang,
seperti tulisan anak - anak yg baru belajar menulis.
Tapi, memang begitulah seumur hidupku,
mencoba mengeja kata-kata yg terbaca dan mencoba menuliskannya.
Di usia ku ini, aku masih serupa kanak-kanak anadi,
yg mengejar kupu-kupu waktu yg beterbangan,
bermain - main dg kelinci duniawi,
menangis kencang bila jatuh karena tergelincir masalah atau terantuk batu persoalan... ^_^
Perjalanan ini baru dimulai… baru menapaki satu tangga kehidupannya.
Di hadapanku masih ada ribuan anak tangga untuk dinaiki.
Masih terbentang panjang jalan dg lorong-lorong gelap yg harus kulalui.
Entah berapa banyak teriakan, kemarahan dan mungkin kekecewaan akan menantangku.
Namun yang kutahu pasti ketika harapan dipupuk ia tak kan sia-sia,
apalagi jika Ia yg jadi sumber pengharapan menjadi sandaranku.
Akan ada banyak sukacita.. yg mengisi lorong-lorong gelap itu...
untuk 'menyongsong cahaya'
Kisah hidup ini sebagian telah saya tuliskan dalam buku " lautan kesunyian " ...
InsyaAllah akan terbit tapi entah kapan akan diterbitkan...
dan mungkin saya sendiri uda tidak bisa menjumpai buku itu nanti ketika uda terbit..
karena bisa jadi senja telah menjemputku hingga tak bisa lagi ku llihat indahnya sinar mentari pagi..
buku ini masih dalam pengerjaan dan pengkajian, hehe ;)
Salam hangat dari penulis untuk anda anda semua sahabat dan saudara ku,
teman yg selalu memberikan semangat untukku,
yang selalu mendekapku saat hangat nadiku mulai dingin..
takkan pernah ku lupakan 'hal terindah' itu.. hingga nanti.. sampai nanti..
Luv U aLL :)
tetaplah tersenyum untuk temani langkahmu Sahabat,
jangan biarkan airmata mu menetes lagi..
tersenyumlah..
Salam NingNong NingGung, Jogja 07 - 10 - 2013

...life offers options with their respective levels of flavor, not in the cage,
but the sky free so far this wing will bring..
but the sky free so far this wing will bring..
buih nafas malam
Aq adalah buih-buih nafas sang malam
dan air mata langit adalah anggur penyegar jiwa ku
menyejukkan luka ku,
dan air mata langit adalah anggur penyegar jiwa ku
menyejukkan luka ku,
dalam kesunyian langit,
saat hantu malam memeluk semua ciptaan,
aq melihat segala sesuatu,
kadang - kadang bernyanyi dan brbisik,
kadang jg bergemuruh mel0ntar bara api kemarahan
Namun kerap pula brkilauan dlm sinar kuning keemasan,
saat hantu malam memeluk semua ciptaan,
aq melihat segala sesuatu,
kadang - kadang bernyanyi dan brbisik,
kadang jg bergemuruh mel0ntar bara api kemarahan
Namun kerap pula brkilauan dlm sinar kuning keemasan,
dan aq hanya mampu menatap keheningan,
dan ar0ma cinta adalah kesadaran yg membuat matahati ini tetap terjaga. . .atas Kuasa_NYA,
hmm. . .
semakin tak dapat ku mengerti smua ini
dan ar0ma cinta adalah kesadaran yg membuat matahati ini tetap terjaga. . .atas Kuasa_NYA,
hmm. . .
semakin tak dapat ku mengerti smua ini
Rabu, 26 September 2012
..tentang kesederhanaan
Pagi seusainya dari waktu subuh, ingin aku tuliskan apa-apa yang terbenak dalam pikiran ku ini. Berwacana mengenai kesederhanaan pastinya banyak hal yang dapat kita kupas. Betapa banyak sudah para pendahulu kita itu hidup dalam kesederhanaan, mulai dari para Nabi, terkhusus tauladan kita Nabi Muhammad saw. Sampai kepada pendahulu kita sang pejuang kemerdekaan yang rela berjuang berkorban segenap jiwa dan raga, hidup dalam kesederhanaan dalam upaya mencapai kemerdekaan negara dan untuk kehidupan yang lebih layak bagi generasi penerusnya.
Seiring dengan bergulirnya waktu, ditambah dengan lesatan teknologi yang kian tak terbendung, seolah membuat kesederhanaan itu menjadi terpinggirkan. Kesederhanaan menjadi sesuatu yang sangat asing, banyak dari pada orang berlomba-lomba atas perlombaan yang salah, berkebalikan dengan kesederhanaan yang sudah di contohkan oleh para generasi pendahulu dan tidak mengherankan jika fakta yang ada saat ini bahwa kesederhanaan saat ini sudah menjadi barang mahal yang tak semua orang mampu untuk menyandangnya.
Cukup aneh memang situasi seperti ini, di mana kesederhanaan dianggap seperti momok yang menakutkan sehingga sebagian orang berusaha menjauhi kesederhanaan itu. Saya pernah mendengar berita bahwa ada seorang pemuda yang mengancam akan melakukan aksi bunuh diri ketika orang tuanya tidak mampu membelikan sepeda motor baginya. Entah atas dasar apa sehingga membuat anak tersebut begitu bersikeras agar dibelikan sepeda motor, apakah karena faktor teman sekitarnya, faktor ambisi dalam diri, faktor perkembangan zaman, faktor kurang pemahaman terhadap norma dan keprihatinan kepada kedua orang tua nya yang jelas-jelas belum tentu sanggup untuk membelikannya sebuah sepeda motor.
Jika kita pikir, andaikata pandangan ataupun pikiran hidup seorang pemuda tersebut berorientasi pada sebuah “KESEDERHANAAN”, mungkin keinginannya untuk melakukan aksi berbahaya bunuh diri itu tidak akan pernah tersirat dalam pikirannya. Tetapi nampaknya kata kesederhanaan sudah menghilang jauh entah kemana dalam diri anak muda tersebut, sehingga dalam pikirannya adalah bahwa kebahagiaan sejati itu dapat diraih dengan barang-barang teknologi modern seperti halnya sepeda motor tersebut.
Bagi mereka yang sudah dapat menikmati sepeda motor atas hasil pemberian orang tuanya, maka alangkah beruntungnya mereka dan mestilah mereka itu bersyukur. Dari cerita sederhana tersebut, pertanyaan kemudian adalah, apakah seorang pemuda/remaja yang sudah memiliki sepeda motor atau berbagai perangkat teknologi modern telah merasakan kebahagiaan hakiki .. ? Tentu belum !!, motor dan perangkat teknologi modern lainnya bukanlah ukuran untuk menilai kebahagiaan hakiki seorang manusia.
Coba jika kita kaji lebih teliti, betapa banyak pemuda yang memiliki alat-alat teknonogi canggih dan modern mulai seperti misalnya mobil atau sepeda motor keluaran terbaru, hape canggih berlayar lebar yang juga dapat digunakan untuk kebutuhan sosial network, notebook yang mewah dengan grafis monitor yang detail, serta asesoris-asesoris mewah lainya, tetapi hatinya begitu GERSANG karena orientasinya pada kebahagiaan benda, hatinya begitu TERBUDAKI dengan keangkuhan-keangkuhan perangkat teknologi yang cenderung membawa kepada kemewahan, hatinya mungkin menjadi terlupa dengan kesederhanaan yang telah dicontohkan oleh para pendahulu-pendahulunya yang bijak, hatinya kini begitu terobesesi MENGEJAR kemewahan yang sebenarnya sangat tidak berpengaruh bagi masyarakat-masyarakat kelas bawah, mereka yang jangankan untuk membeli barang-barang mewah, yang untuk menyambung hidup sehari-hari pun mereka harus berjuang setengah mati… Astagfirullah.. sungguh kawan kadang begitu lalainya kita menjalani kehidupan yang singkat ini.
Dan bagi kalian para pemuda atau berbagai kalangan yang hidup dalam kesederhanaan, maka MARI kita menjadikan KESEDERHANAAN itu menjadi sebuah PENYEMANGAT, bukan menjadi keserhanaan itu sebagai alat untuk mencari-cari ALASAN yang tidak semestinya kita keluhkan. Mengapa kita merasa terasingkan karena sebuah KESEDERHANAAN, bukankah yang telah kita bicarakan tadi bahwa KESEDERHANAAN itu kini telah menjadi barang mahal yang tak semua orang dapat menyandangnya. Ingat kawan, kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat ini tidak bisa dinilai dengan ukuran barang-barang tekhnologi yang modern, mungkin barang mewah itu dapat menyumbangkan kebahagiaan tapi itu bersifat sangat SEMU kawan, hanya bersifat sementara, setelah itu hati menjadi GERSANG kembali, terlebih jika rasa cinta kita terlalu berlebihan dengan barang mewah itu maka pikiran kita pun akan tersibukkan untuk bagaimana mengamankan barang tersebut agar tidak hilang, tercuri orang, rusak dsb.
Sekali lagi mari kita merefleksikan energi kesederhanaan itu sebagai penyemangat, di zaman yang serba modern saat ini berbagialah bagi mereka yang mampu menggubah energi kesederhanaan itu menjadi penyemangat, tentunya penyemangat dalam hal kebaikan.
..syukur ku untukMU
Alhamdulillah, Segala Puji Bagi ALLAH SWT, Tuhan seru sekalian alam.
Karena limpahan Karunia dan Rahmat-Nya, sampai kini kita masih mampu bernapas, beraktivitas dalam perjalanan hidup di dunia ini.
Ketika kita melihat kebeningan tetesan-tetesan embun pagi yang menetes dari dedaunan hijau turun mengalir ke arah yang lebih rendah.
Sungguh jika kita perhatikan, alangkah betapa bahagianya seorang jiwa manusia yang hatinya mampu bening, bersih seperti beningnya embun yang menetes di pagi hari.
Ada kalanya kita mesti belajar banyak dari alam,
karena tanpa kita sadari,
betapa banyak pembelajaran yang sebenarnya dapat kita peroleh dari kejadian-kejadian yang ada pada alam ini,
seperti halnya embun pagi yang dia begitu bersinar,
murni lagi bersih jauh dari kotoran-kotoran yang mungkin bakal menodainya.
Semoga, dari sekian banyak pembelajaran yang kita lihat dari fenomena alam itu,
sekiranya kita mampu mengambil manfaat sebagai petunjuk sekaligus bekal perjalanan kita di dunia ini...
Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)
